Senin, 02 November 2009

Segenggam Kata Rindu (PUISI)

Segenggam Kata Rindu

seandainya mengalir di hatimu
rasa rindu yang mengganggu
seperti itu yang kurasakan
bila wajahmu terbayangkan

dan sinar rembulan
yang tertutup awan hujan
saat gemerlap bintang
tak lagi berpandangan

ah kekasih terlalu sulit bagiku
mencari dirimu yang tak juga bertemu
hanya berharap dari kata takdir
yang aku pun ragu dengan diriku

entah seandainya takdir itu
bukan seperti yang kudambakan
tak rela juga aku menerimanya
walau hanya itu yang bisa kuharapkan

mungkin yang rindu hanya diriku
yang berada jauh darimu
dan kau disana biasa saja
tak merasa sedang menanti seseorang

terlalu payah diriku
tak mampu mencari dirimu
walau hati ini selalu saja merindu
walau namamu selalu terucap di doaku

terkadang aku ingin meninggalkanmu
di dalam kenangan masa lalu
namun kuhampiri kau lagi
dan kubawa dalam perjalananku

masihkah ada waktunya
untuk kita berdua
bertukar kata sapa
dan saling memberikan senyuman

aku tak ingin bertanya lagi
karena tak pernah ada yang mampu
menjawab sebuah rindu
yang tak tahu arah waktu

aku hanya ingin melihatmu
dengan keadaan saat ini
aku hanya ingin mengetahui
bagaimana kau saat ini

aku tak pernah mengerti
mengapa engkau selalu dihati
ah cinta bukan untuk dimengerti
namun begitu indah saat bisa dimiliki

bila aku pulang nanti
ke tempat kita bertemu
akan kuhampiri dirimu
pada segenggam kata rindu

Semarang, 19 April 2009
Minggu 21:50
mfirdausagung.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar